DLH Kota Pekalongan Tingkatkan Kapasitas Bank Sampah Unit melalui Kolaborasi dengan Disperakim Provinsi Jawa Tengah

Dalam rangka mendukung pengurangan volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) serta memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan bekerja sama dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Bank Sampah Unit pada Selasa, 28 Juli 2026, bertempat di Aula DLH Kota Pekalongan.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 peserta yang merupakan perwakilan Bank Sampah tingkat kelurahan dan RW se-Kota Pekalongan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan bank sampah yang efektif sekaligus berbagi pengalaman dari bank sampah yang telah berhasil mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Materi yang disampaikan meliputi pengalaman praktis dari Bank Sampah Sakinah Tirto sebagai percontohan bank sampah skala permukiman serta Bank Sampah Brug Loji Gereja Santo Petrus sebagai contoh pengelolaan bank sampah berbasis komunitas. Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi mengenai persyaratan pembentukan Bank Sampah tingkat RW dan jenis-jenis sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis untuk disetorkan ke Bank Sampah Induk (BSI) Kota Pekalongan.

Melalui kegiatan peningkatan kapasitas ini, diharapkan semakin banyak Bank Sampah Unit yang aktif dan mandiri dalam mengelola sampah di lingkungan masing-masing. Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah, volume sampah yang dikirim ke TPA dapat terus ditekan sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

DLH Kota Pekalongan mengajak seluruh masyarakat untuk mulai membiasakan memilah sampah dari sumbernya serta mendukung keberadaan Bank Sampah di lingkungan masing-masing. Langkah sederhana ini merupakan kontribusi nyata dalam mewujudkan Kota Pekalongan yang lebih bersih, asri, dan berwawasan lingkungan.